May 23, 2013

Pening

Jam yang biasa aku kenakan di pergelangan tangan kanan ngga aku pake lagi. Bukan atas keinginanku, tapi instruksi dari para senior. Anting-anting juga. Alesannya, takut ilang. Sudahlah, nurut sajahhhh. Jadi ngga tau jam brapa deh. Tapi, senior sudah menginstruksikan untuk segera berkumpul di lapangan apel utama. Lapangan apel yang setiap hari digunakan mahasiswa untuk apel. Berbeda dengan lapangan apel kami para calon mahasiswa. Jadi, pada saat melihat lapangan apel yang satu ini berasa beda, lebih besar. Sekelilingnya ada pohon palem. Di depan bagian tengah-tengah, menjulang tiang bendera yang mengibarkan Sangsaka Merah Putih. Wuihhh....,kesan pertama.

Sebelah kanan barisanku, sejajar dengan barisan angkatan, berderet para senior. Gagah dan cantik, rapi semuanya. Bagian depan, kulihat banyak pejabat. Pembukaan yang berbeda dari kemarin. Yang ini lebih lengkap dan banyak orangnya. Sedangkan di belakang kami, kulihat tim medis yang terdiri dari senior dan dokter serta perawat sudah stand by. Upacara pembukaanpun dimulai. Sudah 10 menit, 20 menit, 30 menit, 45 menit... Tiba-tiba pandanganku gelap. Kunang-kunang... "Apa ini yang namanya mau pingsan ya? Kenapa gini ya. Seumur-umur mundur dari upacara gara-gara sakit cuma pas SD, itupun cuma sekali. Dan aku termasuk golongan anak yang kuat kalo upacara.Uhhh" Aku tahan saja. Tapi, berdiri di tengah teriknya matahari dengan kemeja putih dan rok panjang hitam itu rasanya sesuatu banget. Mana posisi badan ngga boleh bergerak-gerak dan pakai pantofel. Haduuhhh.... makin pening dan gelap. Akhirnya kuputuskan untuk keluar dari barisan. Seorang senior siap menjemputku dan mengantarkan ke tim medis. Sejenak aku beristirahat. Ternyata selain aku, ada lagi teman cewek yang hampir pingsan juga. Ngga tau namanya, belum kenal (*apatis). Tim medis sesekali bertanya tentangku. Asal dari mana, SMA mana, kenapa bisa pusing, dll. Sekedar membuat rileks aku. Setengah gelas air mineral kuminum. Tim medis melihatku sudah kembali bugar dan menyuruhku untuk bergabung ke dalam barisan.

Senior : Dek, upacaranya uda mau selesai. Adek gabung aja ya. Kan ngga seru tuh kalo ngga disalamin sama para pejabat. *sambil senyum
Aku+temanku : Iya..  *berjalan menuju barisan

Upacara selesai. Para pejabat dan senior menyalami kami. Panggilan kami sekarang adalah calon mahasiswa (cama) bagi cowok dan calon mahasiswi (cami) bagi cewek. Prosesi salaman selesai. Semua bubar entah kemana.

May 3, 2013

Kamar Masing-masing (baca: 2 kamar)

Barang-barang kami taro di kamar masing-masing. Maksudnya adalah kamar cowok dan kamar cewek? What? Kamarnya cuma 2? Ya. Jadi, ruangan sebelah kiri punya cewek dan ruangan sebelah kanan punya cowok. Bagi kami, calon mahasiswa, selama masa orientasi akan 'diinapkan' di sini. Di ujung belakang ruangan ada setumpuk kasur warna pink. Kasur yang nantinya akan kami pake setiap malem. Semua barang pribadi uda masuk. Barang milik kelompok ditaro di kardus depan kamar. Sepatu kami atur sedemikian rupa hingga berbaris rapi.

Hari uda makin sore, satu per satu dari kami mandi bergantian. Pakai baju item putih dan siap untuk makan malam. Karena ini sekolah semi militer, maka tata cara makannya pun punya aturan tersendiri. Sebelum makan, salah satu dari kami yang ditunjuk sebagai pemimpin makan memberikan aba-aba duduk siap. Kaki kami hentakkan sambil meletakkan pergelangan tangan di atas paha. Badan tegak dan pandangan lurus ke depan. Pemimpin makan lapor kepada senior yang bertugas sebagai ketua makan. Berdoa, dan istirahat di tempat. Kaki kami hentakkan kembali kemudian mengucapkan : Selamat Makan...!

Cewek-cewek yang sedang tidak sholat, mencuci peralatan makan yang kami pake. Aku?? Ikut nyuci. -___-"  . Setelah ibadah, jam belajar malampun kami lalui. Beberapa senior mendampingi kami. Dan 2 orang senior memberikan pengarahan tentang kegiatan esok hari, yaitu pembukaan masa orientasi oleh dedengkot paling dengkotnya sekolah ini. Istirahat yang cukup, karena besok hari yang sangat panjang dan butuh fisik yang kuat. Setelah jam belajar malam kelar, kegiatan selanjutnya adalah apel malam.

Bergegas kami turun ke lapangan tempat apel. Tata cara apel yang tadi diajarkan pada jam belajar dipraktikkan malem ini. Masih banyak salah, dan dengan sabar senior mengarahkan. Apel selesai! kami ke kamar masing-masing (inget,,cuma 2 kamar). Kasur kami jejerkan hingga 12 orang bisa tidur dengan posisi badan lurus. Ngga ada bantal dan ngga ada guling. Maaaakkkk....!Berdoa...
*Tidor


:*