Dec 11, 2013

Coto Nusantara = Coto Makassar

Ada yang bilang jika kita belum dikatakan ke Makassar kalau belum makan coto Makassar. Yah, saya salah satu yang mengungkapkan kalimat tersebut. Walaupun di Jakarta juga ada restoran yang menyajikan hidangan coto Makassar, tetapi saya tetap penasaran dengan makanan khas kota Makassar. Pasti aka nada sensasi yang berbeda.

Coto Makassar yang paling terkenal di adalah Coto Nusantara. Letaknya di jalan Nusantara. Kalau dari bandara, kita keluar tol kemudian ambil arah kiri atau ke arah kota. Setelah melewati pelabuhan (sebelah kanan), lurus dikit lagi maka kita akan menemukan warung Coto Nusantara. Warungnya berupa bangunan tua, dan sedikit kuno. Ada beberapa bagian dinding yang berwarna hitam, mungkin terkena asap dari tungku yang digunakan. Memasaknya memang masih menggunakan tungku.

 Sayangnya saya tidak sempat mengambil foto penampakan coto nusantara karena kondisi warung memang sangat padat dan membuat saya kegerahan. Mau gerak di kursi saja susah, apalagi mengeluarkan DSLR dari tas kamera saya. Saking ramenya, kami bisa makan semeja dengan orang tak dikenal. Bahkan ada beberapa rombongan yang rela menunggu di samping meja. Mau ngga mau saya harus cepat-cepat menyantapnya. Menurut saya, rasa kuah cotonya kurang asin. Malah bisa dibilang rasanya plain. Tetapi kenapa banyak yang dating ya? Hemm..apa memang cita rasa makanan Makassar tidak ada rasa asinnya? Akhirnya saya tambahin sendiri dengan sesendok garam. Sedangkan, saya melihat Pak Alwi menuangkan 3 sendok garam ke mangkok cotonya. Kata Pak Alwi, memang cotonya tidak dikasih garam (mungkin dikasih tetapi hanya sedikit) oleh pedagangnya. Oleh karena itu, di masing-masing meja telah disiapkan garam untuk para pelanggannya.

 cuma ini yang berhasil saya foto

Isi coto bermacam-macam, ada daging dan jeroan bahkan bagian dari kepala sapi yaitu pipi atau lidah. Saya lebih memilih daging saja. Cara makan coto adalah disandingkan dengan ketupat yang dibungkus menggunakan daun kelapa. Berbeda dengan ketupat di Jakarta yang dibuat dengan ukuran besar kira-kira sebesar kepal tangan orang dewasa, coto Makassar menggunakan ketupat yang dibungkus kecil-kecil. Jadi kalau makan 2 ketupat saja saya rasa masih kurang. Namun, berhubung saya makan bersama bapak-bapak yang ternyata beliau tidak makan pakai ketupat, maka dengan berat hati saya cukupkan dengan 2 ketupat saja. Hati ingin nambah, tapi apa daya malu harus ditanggung. Yah sudahlah, karena gengsi maka saya keluar warung dengan perut yang masih lapar.

Alamat Coto Nusantara.

2 comments:

Anonymous said...

Tempatnya di sebelah mn ka'?

Pemakai Jepret Rambut said...

Kalo dari arah bandara, nanti lewat tol terus keluar di deket pelabuhan utama Makassar. Sebelah kiri jalan. Lebih tepatnya di Jl. Nusantara nomor 32.

Post a Comment