Ada yang bilang jika kita belum dikatakan
ke Makassar kalau belum makan coto Makassar. Yah, saya salah satu yang
mengungkapkan kalimat tersebut. Walaupun di Jakarta juga ada restoran yang menyajikan
hidangan coto Makassar, tetapi saya tetap penasaran dengan makanan khas kota
Makassar. Pasti aka nada sensasi yang berbeda.
Coto Makassar yang paling terkenal di
adalah Coto Nusantara. Letaknya di jalan Nusantara. Kalau dari bandara, kita
keluar tol kemudian ambil arah kiri atau ke arah kota. Setelah melewati
pelabuhan (sebelah kanan), lurus dikit lagi maka kita akan menemukan warung
Coto Nusantara. Warungnya berupa bangunan tua, dan sedikit kuno. Ada beberapa
bagian dinding yang berwarna hitam, mungkin terkena asap dari tungku yang
digunakan. Memasaknya memang masih menggunakan tungku.
Sayangnya saya tidak sempat mengambil foto
penampakan coto nusantara karena kondisi warung memang sangat padat dan membuat
saya kegerahan. Mau gerak di kursi saja susah, apalagi mengeluarkan DSLR dari
tas kamera saya. Saking ramenya, kami bisa makan semeja dengan orang tak
dikenal. Bahkan ada beberapa rombongan yang rela menunggu di samping meja. Mau
ngga mau saya harus cepat-cepat menyantapnya. Menurut saya, rasa kuah cotonya
kurang asin. Malah bisa dibilang rasanya plain. Tetapi kenapa banyak yang
dating ya? Hemm..apa memang cita rasa makanan Makassar tidak ada rasa asinnya?
Akhirnya saya tambahin sendiri dengan sesendok garam. Sedangkan, saya melihat Pak
Alwi menuangkan 3 sendok garam ke mangkok cotonya. Kata Pak Alwi, memang
cotonya tidak dikasih garam (mungkin dikasih tetapi hanya sedikit) oleh
pedagangnya. Oleh karena itu, di masing-masing meja telah disiapkan garam untuk
para pelanggannya.
cuma ini yang berhasil saya foto
Isi coto bermacam-macam, ada daging dan
jeroan bahkan bagian dari kepala sapi yaitu pipi atau lidah. Saya lebih memilih
daging saja. Cara makan coto adalah disandingkan dengan ketupat yang dibungkus menggunakan
daun kelapa. Berbeda dengan ketupat di Jakarta yang dibuat dengan ukuran besar
kira-kira sebesar kepal tangan orang dewasa, coto Makassar menggunakan ketupat
yang dibungkus kecil-kecil. Jadi kalau makan 2 ketupat saja saya rasa masih
kurang. Namun, berhubung saya makan bersama bapak-bapak yang ternyata beliau
tidak makan pakai ketupat, maka dengan berat hati saya cukupkan dengan 2
ketupat saja. Hati ingin nambah, tapi apa daya malu harus ditanggung. Yah
sudahlah, karena gengsi maka saya keluar warung dengan perut yang masih lapar.
Alamat Coto Nusantara.
Alamat Coto Nusantara.

2 comments:
Tempatnya di sebelah mn ka'?
Kalo dari arah bandara, nanti lewat tol terus keluar di deket pelabuhan utama Makassar. Sebelah kiri jalan. Lebih tepatnya di Jl. Nusantara nomor 32.
Post a Comment