Setiap hari yang kita jalani merupakan ukiran sejarah yang tidak akan pernah terulang kembali. Detik demi detik merupakan kejadian yang unik. Entah itu menyenangkan, menyedihkan,membosankan, memuakkan, mengharukan, membahagiakan, membanggakan, dan lain sebagainya, yang jelas ada positif dan negatifnya. Yang perlu saya ingat adalah bahwa semua itu adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa. Jadi, apapun yang terjadi di masa lampau tak perlu saya sesali, cukup dijadikan cerminan untuk perbaikan ke depan.
Atas dasar "sejarah" itu, saya sering merenung. Apa yang belum saya kerjakan dan apa yang sudah saya kerjakan. Salah satunya adalah masalah "hati". Satu kata ini cukup menggelitik saya karena kadang sukar untuk didefinisikan. Bagi saya, ketika sudah tidak ada kesesuaian dengan "sang pemilik hati", dan usaha juga sudah dilakukan maka bersabarlah yang menjadi senjata terakhir. Bersabar bukan berarti diam dalam keadaan yang sedang terjadi, melainkan melatih diri untuk lebih bijak dan tidak selalu menggunakan perasaan dalam bertindak. Gunakanlah perasaan dan logika, maka kolaborasi indah akan tercipta.
Ada kalanya ketika bersabarpun, sebuah solusi tak kunjung datang. Entah hati yang terkalahkan oleh logika atau memang takdir yang berbicara. Kalau memang takdir yang berbicara, apa salahnya mengakhiri ini dan memulai dengan yang baru. Memulai dengan pribadi yang lebih baik.. :)
0 comments:
Post a Comment