Dec 11, 2013

Good bye Sultan (while...)

Sekitar dua setengah jam perjalanan saya tempuh menuju Makassar. Jam tangan saya menunjukkan pukul 9.00. Namun, itu masih jam waktu di Jakarta. Itu artinya, di Makassar pukul 10.00. Saya turun dari pesawat dan bergegas ke baggage claim. Kesan pertama melihat dan merasakan suasana Bandara Sultan Hasanudin adalah luas dan sepi. Secara fisik bangunan, bandara ini bagus dengan arsitektur lengkungan yang unik. Namun, tak nampak hiruk pikuk orang yang hendak bepergian. Mungkin untuk jam segini masih sepi jam penerbangan, piker saya. Sesampainya di baggage claim, saya bertambah kaget karena suasan benar-benar sepi. Hanya ada 3 orang yang sedang menunggu barang. Dengan mudahnya saya mengambil koper saya.

Tiba-tiba telepon berdering dan ternyata dari tour guide saya, Pak Alwi namanya. Beliau sudah menunggu dari sekitar setengah jam yang lalu. Pesawat memang delay karena kondisi “macet” di Bandara Soekarno Hatta. Pak Alwi kemudian membawakan koper saya dan mengantarkan saya dan teman saya ke mobilnya. Wuss..kami tinggalkan “Sultan Hasanudin” menuju belahan yang lain.

0 comments:

Post a Comment