Sekitar dua setengah jam perjalanan saya
tempuh menuju Makassar. Jam tangan saya menunjukkan pukul 9.00. Namun, itu
masih jam waktu di Jakarta. Itu artinya, di Makassar pukul 10.00. Saya turun
dari pesawat dan bergegas ke baggage claim. Kesan pertama melihat dan merasakan
suasana Bandara Sultan Hasanudin adalah luas dan sepi. Secara fisik bangunan,
bandara ini bagus dengan arsitektur lengkungan yang unik. Namun, tak nampak
hiruk pikuk orang yang hendak bepergian. Mungkin untuk jam segini masih sepi
jam penerbangan, piker saya. Sesampainya di baggage claim, saya bertambah kaget
karena suasan benar-benar sepi. Hanya ada 3 orang yang sedang menunggu barang.
Dengan mudahnya saya mengambil koper saya.
Tiba-tiba telepon berdering dan ternyata
dari tour guide saya, Pak Alwi namanya. Beliau sudah menunggu dari sekitar
setengah jam yang lalu. Pesawat memang delay karena kondisi “macet” di Bandara
Soekarno Hatta. Pak Alwi kemudian membawakan koper saya dan mengantarkan saya
dan teman saya ke mobilnya. Wuss..kami tinggalkan “Sultan Hasanudin” menuju
belahan yang lain.
0 comments:
Post a Comment