Kalo biasanya orang memilih tas ransel
untuk bepergian ala backpacker, kali ini saya memilih koper untuk pergi
menjelajah bagian selatan Pulau Sulawesi. Pilihan koper saya rasa tepat karena
memang saya tidak berencana untuk liburan ala backpacker, tetapi saya akan
dinas mulai hari Selasa. Jadi, taka da salahnya jika saya pergi mendahului
yaitu berangkat hari minggu subuh dan berencana liburan terlebih dahulu sebelum
menjalankan tugas. Alokasi dinas memang dari hari Senin s.d. Minggu dan
teman-teman yang lain memilih berangkat hari Senin sedangkan kegiatan baru
mulai hari Selasa. Taka da yang salah kan kalau saya mendahului? Karena biaya
menginap juga ditanggung sendiri dan tentunya saya tidak membolos kerja :)
Dengan penerbangan GA saya berangkat menuju
kota asal pahlawan Sultan Hasanudin. Suasana take off pagi itu cukup membuat
saya jemu karena harus menunggu antrian pesawat yang akan melakukan take off.
Semula yang dijadwalkan pukul 05.50, akhirnya pesawat baru bisa take off pukul
06.30. Crowded sekali pagi itu.
Terlihat barisan awan putih di sisi kanan
saya. Walaupun tidak seindah biasanya,
bagi saya tetap menakjubkan. Lukisan Illahi yang tetap selalu membuat saya
bersyukur masih dapat menikmatinya. Dan yang selalu membuat saya bangga dan
kagum adalah penemu moda transportasi yang sedang saya tumpangi saat itu.
Burung bermesin yang dapat membawa kita terbang kemana saja. Ingatan saya
kembali ke jaman SD ketika saya membaca dan menonton film sejarah penemu
pesawat terbang, yaitu Wright bersaudara. Karena ingatan saya yang volatile,
maka searching-lah saya ke mas google untuk kembali mengingatkan lebih dalam
lagi mengenai Wright bersaudara.
Wright bersaudara yaitu Orville dan Wilbur merupakan dua orang
Amerika yang telah tercatat sebagai penemu pesawat terbang. Mereka berhasil
membangun pesawat terbang yang pertama kali berhasil diterbangkan dan
dikendalikan oleh manusia pada tanggal 17 Desember 1903. Dua tahun setelah
penemuan mereka, Wright bersaudara mengembangkan mesin terbang ke bentuk
pesawat terbang yang memakai sayap seperti yang kita kenal sekarang dengan
pesawat terbang. Walaupun mereka bukan orang yang pertama membuat eksperimen
mengenai pesawat terbang, tetapi Wright bersaudara adalah orang pertama yang
menemukan kendali pesawat sehingga pesawat terbang dengan sayapnya yang kaku
tersebut dapat dikendalikan untuk terbang. Menurut sumber yang saya baca,
penemu pertama kali mengenai konsep “pesawat terbang” adalah Abbas Ibn Firnas pada tahun 875 karena
terinspirasi dengan burung yang bisa terbang di udara.
Foto : Wright bersaudara
(sumber : http://sangpenemu.wordpress.com)
Terobosan yang paling besar yang
dilakukan oleh Wright bersaudara adalah penemuan 'kontrol tiga sumbu' yang
digunakan oleh semua pesawat terbang yang sekarang. Mereka memperoleh keahlian
mekanik tersebut dari bekerja di toko mereka yang penuh dengan mesin cetak,
sepeda, motor dan mesin lainnya. Dari sepeda mereka mendapat gagasan bahwa
pesawat terbang yang tidak stabil dapat dikendalikan dengan latihan. Wright
bersaudara adalah dua dari tujuh orang bersaudara. Di sekolah dasar, Orville
pernah dikeluarkan dari sekolah. Tahun 1878, ayah mereka membelikan
'helikopter' mainan untuk dua anak mereka yang termuda tersebut. Mainan itu
dibuat dari bambu dan karet untuk memutar baling-baling nya. Wilbur dan Orville
memainkannya hingga rusak, kemudian membuat mainan tersebut sendiri, mereka
mengaku bahwa pengalaman brmain dengan helikopter bambu menjadi sumber bagi
ketertarikan mereka terhadap mesin yang bisa terbang. Untuk lebih jelasnya
dapat melihat di sumber yang saya catumkan. Kalau saya tulis kembali rasanya
kurang etis jika hanya meng-copy paste karena saya sendiri tidak punya buku
yang menceritakan tentang sejarah tersebut, jadi silahkan berkunjung ke blog
tersebut.
Sumber:

0 comments:
Post a Comment