Dec 11, 2013

Koper dan Pesawat


Kalo biasanya orang memilih tas ransel untuk bepergian ala backpacker, kali ini saya memilih koper untuk pergi menjelajah bagian selatan Pulau Sulawesi. Pilihan koper saya rasa tepat karena memang saya tidak berencana untuk liburan ala backpacker, tetapi saya akan dinas mulai hari Selasa. Jadi, taka da salahnya jika saya pergi mendahului yaitu berangkat hari minggu subuh dan berencana liburan terlebih dahulu sebelum menjalankan tugas. Alokasi dinas memang dari hari Senin s.d. Minggu dan teman-teman yang lain memilih berangkat hari Senin sedangkan kegiatan baru mulai hari Selasa. Taka da yang salah kan kalau saya mendahului? Karena biaya menginap juga ditanggung sendiri dan tentunya saya tidak membolos kerja :)

Dengan penerbangan GA saya berangkat menuju kota asal pahlawan Sultan Hasanudin. Suasana take off pagi itu cukup membuat saya jemu karena harus menunggu antrian pesawat yang akan melakukan take off. Semula yang dijadwalkan pukul 05.50, akhirnya pesawat baru bisa take off pukul 06.30. Crowded sekali pagi itu. 


Terlihat barisan awan putih di sisi kanan saya.  Walaupun tidak seindah biasanya, bagi saya tetap menakjubkan. Lukisan Illahi yang tetap selalu membuat saya bersyukur masih dapat menikmatinya. Dan yang selalu membuat saya bangga dan kagum adalah penemu moda transportasi yang sedang saya tumpangi saat itu. Burung bermesin yang dapat membawa kita terbang kemana saja. Ingatan saya kembali ke jaman SD ketika saya membaca dan menonton film sejarah penemu pesawat terbang, yaitu Wright bersaudara. Karena ingatan saya yang volatile, maka searching-lah saya ke mas google untuk kembali mengingatkan lebih dalam lagi mengenai Wright bersaudara.


Wright bersaudara yaitu Orville dan Wilbur merupakan dua orang Amerika yang telah tercatat sebagai penemu pesawat terbang. Mereka berhasil membangun pesawat terbang yang pertama kali berhasil diterbangkan dan dikendalikan oleh manusia pada tanggal 17 Desember 1903. Dua tahun setelah penemuan mereka, Wright bersaudara mengembangkan mesin terbang ke bentuk pesawat terbang yang memakai sayap seperti yang kita kenal sekarang dengan pesawat terbang. Walaupun mereka bukan orang yang pertama membuat eksperimen mengenai pesawat terbang, tetapi Wright bersaudara adalah orang pertama yang menemukan kendali pesawat sehingga pesawat terbang dengan sayapnya yang kaku tersebut dapat dikendalikan untuk terbang. Menurut sumber yang saya baca, penemu pertama kali mengenai konsep “pesawat terbang” adalah  Abbas Ibn Firnas pada tahun 875 karena terinspirasi dengan burung yang bisa terbang di udara.


 Foto : Wright bersaudara
Terobosan yang paling besar yang dilakukan oleh Wright bersaudara adalah penemuan 'kontrol tiga sumbu' yang digunakan oleh semua pesawat terbang yang sekarang. Mereka memperoleh keahlian mekanik tersebut dari bekerja di toko mereka yang penuh dengan mesin cetak, sepeda, motor dan mesin lainnya. Dari sepeda mereka mendapat gagasan bahwa pesawat terbang yang tidak stabil dapat dikendalikan dengan latihan. Wright bersaudara adalah dua dari tujuh orang bersaudara. Di sekolah dasar, Orville pernah dikeluarkan dari sekolah. Tahun 1878, ayah mereka membelikan 'helikopter' mainan untuk dua anak mereka yang termuda tersebut. Mainan itu dibuat dari bambu dan karet untuk memutar baling-baling nya. Wilbur dan Orville memainkannya hingga rusak, kemudian membuat mainan tersebut sendiri, mereka mengaku bahwa pengalaman brmain dengan helikopter bambu menjadi sumber bagi ketertarikan mereka terhadap mesin yang bisa terbang. Untuk lebih jelasnya dapat melihat di sumber yang saya catumkan. Kalau saya tulis kembali rasanya kurang etis jika hanya meng-copy paste karena saya sendiri tidak punya buku yang menceritakan tentang sejarah tersebut, jadi silahkan berkunjung ke blog tersebut. 

Sumber:



0 comments:

Post a Comment