Dec 12, 2013

Satu tahap menuju pendewasaan..



Ketika kita berbicara mengenai kedewasaan, yang ada di benak saya tentunya bukanlah hanya kaitannya dengan umur. Saya pikir, kedewasaan lebih ke arah pola pikir seseorang. Bagaimana dia merencanakan jalan hidupnya, bagaimana dia menentukan jalurnya secara jangka panjang. Yang dia pikirkan adalah "nanti bagaimana". Dan ungkapan yang sebetulnya paling saya tidak suka adalah "let it flow". Ungkapan yang menurut saya hanya sebuah tameng untuk menutupi ketidaktahuan arah hidupnya. Yah..walaupun saya kadang juga menggunakan kalimat itu, padahal hanya untuk menutupi rencana hidup saya ke orang lain karena tidak semua hal perlu saya sampaikan ke orang lain. Atau mungkin, orang yang menggunakan kalimat tersebut juga sama halnya dengan saya ya?Hanya untuk menutupi saja.

Kembali ke masalah dewasa yang tidak selalu ditentukan oleh umur, ada satu tahapan yang saya yakin semua orang juga sering mengalaminya. Masalah. Ya, ketika menghadapi masalah saat itulah proses pendewasaan seseorang sedang berjalan. Dengan masalah tersebut, manusia diijinkan untuk berpikir dan lebih merenung mengenai flow bagaimana masalah itu muncul hingga ada solusi. Masalah memberikan banyak pelajaran dan tentunya butuh analisis yang nanti dapat mengantarkan seseorang untuk dapat mengatasinya dan tidak mengulang kesalahan yang sama hingga masalah muncul.

Ragam masalah tentunya sangat bermacam-macam dan juga menimpa segala jenjang usia, dari bayi hingga orang tua. Bayi mengalami masalah ketika dia belum dapat berjalan sendiri, berbicara, serta melakukan aktivitas sendiri yang akhirnya membawanya secara naluri untuk belajar melakukan hal tersebut. Anak ABG mengalami masalah persahabatan, pendidikan, dan percintaan. Orang tua mengalami masalah keuangan, keluarga, dan lain sebagainya. Yang jelas, masalah tidak memandang usia. Dan yang paling penting, definisi masalah yang saya jabarkan di sini lebih kepada hal-hal yang membuat kita tidak nyaman dan perlu suatu penyelesaian (bukan definisi secara ilmiah seperti di penulisan ilmiah).

Pada intinya, dari masalah kita menjadi lebih belajar, lebih bijak, dan akhirnya menjadi batu loncatan kita untuk satu langkah lagi menuju pendewasaan. Termasuk cinta.. :)

2 comments:

Anonymous said...

Banyak orang menyalahkan lingkungan sebagai penyebab masalah baginya, namun dia tidak menyadari bahwa sesungguhnya masalah ada pada dirinya. Masalah memang tidak dapat dihindari, harus dihadapi dan hasilnya akan bergantung bagaimana diri kita menyikapi masalah tersebut.. (ba)

Pemakai Jepret Ra said...

Yup, intinya memang ke diri sendiri. Oleh karena itu, hasilnya pun akan kembali ke diri sendiri dan salah satunya adalah pendewasaan.. :)

Post a Comment